Mengenal sabily gaza

Apa itu Sabily ?
Sabily adalah sebuah sistem operasi seperti MS Windows atau Mac OS X. Tanpa sebuah sistem operasi, komputer tidak akan dapat digunakan!

Saya sudah menggunakan Windows, kenapa harus menggunakan Sabily ?
Karena Sabily bebas, telah mengandung semua perangkat lunak yang Anda butuhkan untuk keperluan sehari-hari, dan disesuaikan khusus untuk kaum Muslim.

Apakah membutuhkan kerja keras untuk membuat sebuah sistem operasi ?
Sebenarnya kami tidak memulainya dari nol, kami menggunakan sistem operasi Ubuntu sebagai dasar. Ubuntu adalah sebuah distro dari GNU/Linux yang bertujuan menyediakan sebuah sistem operasi yang mudah digunakan, mengikuti perkembangan jaman, stabil dan bebas, bahkan untuk perusahaan sekalipun. Sabily disesuaikan dari Ubuntu dengan membuang, memodifikasi dan menambahkan perangkat lunak, dan juga menyesuaikan desain grafis agar sesuai dengan sistem yang diadaptasi untuk kaum Muslim.

Apakah ada perusahaan seperti Microsoft yang mengembangkan Sabily?
Tidak ada. Hanya komunitas relawan dari seluruh penjuru dunia (Perancis, Tunisia, Mesir, Indonesia, dll.). Anda juga dapat berpartisipasi sebagai pengembang, designer grafis, penguji ataupun hanya berbagi ide.

Apakah fitur utama Sabily?
Perangkat lunak utamanya adalah: Zekr dan Mus-haf Othman (Quran study tools), Minbar dan Firefox-praytimes (aplikasi prayer times), Monajat (aplikasi yang akan mengeluarkan popups prayers setiap beberapa waktu yang ditentukan), Hijra (kalender islami) dan WebStrict (parental control tool). Bahasa Arab juga didukung dengan baik. Dan tentu saja desain grafis yang telah disesuaikan (lihat tangkapan layar).

Perangkat lunak lainnya yang terkandung di Sabily?
OpenOffice (pengolah kata, spreasheet, presentasi), Firefox (perambah web), Pidgin (pesan instant), F-spot (manajemen foto), Gimp (program manipulasi gambar) dan perangkat lunak multimedia lainnya (video/audio). Semuanya telah terkandung di versi “kecil” Sabily, namun versi “lengkap” mengandung lebih banyak lagi! (perangkat lunak edukasi, peralatan dan seluruh tilawah Quran, lihat daftar lengkapnya disini)

Sabily terlihat menarik,apa yang harus saya lakukan untuk menggunakannya?
Anda dapat mengunduh berkas ISO dan menulisnya di DVD, kemudian hidupkan komputer Anda dari DVD. Anda akan dapat pilihan untuk menginstal sistem,atau mencobanya. Pada penggunaan pertama kali, kami sarankan Anda untuk mencobanya terlebih dahulu karena lebih aman untuk komputer Anda, tidak akan ada yang akan ditulis di hardisk Anda. Anda juga dapat mencoba Sabily langsung dari Windows, dengan menggunakan Virtual Box image.

http://www.sabily.org/website/index.php/in/sabily/apa-itu-sabily

dari yang saya pakai distro ini adalah salah satu distro turunan ubuntu karmic yang sangat bagus,didalamnya sudah terinstall aplikasi multimedia dan wine untuk menjalankan aplikasi windows.

Advertisements
Posted in IT | Leave a comment

BALADA ANAK TIRI

Syaikh Abu Abdirrahman meriwatkan kisah ini yang semuanya terjadi di Arab Saudi. Kisah ini bermula dari waktu lahirnya seorang bayi lalu pada hari kelahirannya wafatlah ibunya. Bapaknya bingung dalam hal pendidikannya, lalu bibinya mengambilnya untuk hidup bersama anak-anaknya. Bapaknya sibuk dalam pekerjaan-pekerjaannya pagi dan sore. Ia tidak tahan hidup menyendiri tanpa istri yang bisa berbagi suka dan duka dengannya. Lalu dia menikah setelah tujuh bulan dari wafat istrinya.

Istrinya yang baru melahirkan dua anak untuknya; anak perempuan dan anak laki-laki. Lalu setelah itu dia memutuskan untuk menghadirkan anak laki-lakinya (dari istri pertama) agar hidup bersama mereka. Umur anak lelakinya belum lebih dari 4 tahun, istrinya tersebut bersikap tidak baik terhadap anak lelakinya dan tidak memperhatinkannya. Dia juga menyerahkan urusan anak terseubt kepada pembantu sebagai tambahan dari pekerjaan-pekerjaannya di rumah tersebut, yaitu: mencuci, bersih-bersih dan menyapu. Ibu ini tidak ragu untuk melemparkan (menyerahkan) kebanyakantugas-tugas rumah tangga yang memang menjadi tugasnya kepada pembantunya.

Continue reading

Posted in Islamic | Leave a comment

SEORANG AYAH BERTAUBAT DENGAN SEBAB ANAKNYA YANG MASIH BERUSIA 7 TAHUN

Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain. Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan. Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya: “Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya. Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?” Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu. Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah. Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku. Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah. Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar… lalu ia shalat maghrib di hadapan saya. Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya): ”Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45) Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya. Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setalah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!” Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh. Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat), ”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).” Saya katakan kepadanya, ”Biar kita ke masjid dekat rumah saja.” Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi. Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut… Dan Marwan selalu memandang saya. Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya), ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21) Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya. Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, ”Sudahlah wahai Abi!” Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, ”Kamu jangan cemas.” Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia. Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi. Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik. Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan, “Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?” Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.” Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah- saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang. Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.” ( “Da’i Cilik”, Fariq Gasim Anuz, Penerbit: Darul Falah, Jakarta, Indonesia )

http://fariqgasimanuz.wordpress.com/2009/02/04/seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/

Posted in Islamic | Leave a comment

Ta’ashub Dan Taklid Pangkal Hizbiyah

Oleh
Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin

Ta’ashub dan taklid merupakan dua penyakit berbahaya yang cukup rumit untuk ditangani. Keduanya merupakan pangkal hizbiyah dan ashabiyah (fanatisme golongan).

Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta’ashub dan taklid ini terkikis habis.

Sebenarnya, menurut nalar orang yang sedikit saja memiliki ilmu agama, keduanya mudah difahami sebagai penyakit umat yang amat berbahaya, namun menurut waqi’ (kenyataan), ternyata tanpa disadari banyak orang yang termakan oleh penyakit ini. Tidak hanya orang-orang awam, bahkan orang-orang yang cukup memiliki bekal sebagai juru dakwah pun kadang-kadang ikut terjebak ke dalamnya. Dua buah penyakit umat yang cukup mudah dimengerti tetapi sulit dihindari. Teori dengan prakteknya berbeda, prinsip ilmiah dengan amaliahnya berlainan.

Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari memberikan contoh sebagai berikut :
“Kita lihat misalnya, seorang pemuda atau sekelompok pemuda, ketika diajak dialog oleh seorang Thalib al-‘ilmi (pengkaji ilmu) tentang masalah fikriyah (berkaitan dengan pola fikir) atau masalah dakwah…. Apabila pembicaraannya ternyata sesuai dengan apa yang menjadi doktrin mereka…, selaras dengan apa yang mereka pegangi…, dan lawan dialognya bisa menyepakati apa yang menjadi keyakinan dan kebiasaan mereka, maka lawan dialognya itu akan dianggap sebagai saudara yang ikhlas, dihormati, dan disayangi sepenuh hati.

Sebaliknya jika perkataan anda menyalahi prinsip pemikiran mereka atau menyalahi beberapa sisi pendapat mereka…, mereka akan melancarkan perkataan-perkataan keji dan melepaskan berbagai tuduhan kepada anda melalui sebuah busur yang menyebabkan satu pleton orang kuat pun takkan berdaya menghadapinya.

Bahkan anda lihat, dengan tenangnya mereka sebar luaskan (fitnah keji) ini tanpa kejelasan bukti sama sekali.

Contoh lain yang juga (nyata) ialah:
Bahwa da’i-da’i atau sosok-sosok tertentu lain yang ketokohannya sudah tertanam dalam benak sebagian orang sebagai panutan, uswah serta suri tauladan yang dikagumi dan dipercaya kata-katanya, ternyata dalam akal pikiran dan jiwa orang-orang yang mempunyai semangat serta emosi menggebu itu, sosok-sosok pribadi tersebut telah menjadi lambang kebenaran dan perkataannya menjadi dalil.

Ini jelas penyelewengan besar.

Mereka, dengan bahasa lidah atau bahasa fakta, mengatakan: “Kita harus menghormati da’i-da’i itu…, mereka adalah panutan kita!! Awas jangan diganggu…, jangan dibantah atau dikritik!!”

Ini tentu sangat mengherankan… adakah di sana seorang manusia yang tak boleh dikritik atau dibantah selain para nabi……

Kalau saja sebagian mereka sudi mengganti istilah penghormatan mereka (kepada tokoh idolanya -pen.) dengan istilah pengkultusan, – disebabkan jeleknya keadaan mereka yang sesungguhnya-, tentu akan lebih pantas dan lebih cocok dengan realita mereka.
Continue reading

Posted in Islamic | Leave a comment

Tukang Parkir Naik Haji…

Kalau orang yang biasa mendengarkan kajian sedekah tidak akan terkaget-kaget membaca judul-judul tersebut, tapi ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di daerah saya.

 

Suatu hari saya mendengar cerita dari seseorang bahwa “disini ada tukang parkir yang naik haji sampai dua kali..” waduh.. masa’ orang yang pekerjaannya hanya niup peluit, ngasih karcis sama menutup sadel sepeda dengan kardus bias naik haji sampai dua kali. Dalam hati saya.

 

Runtut-punya runtut akhirnya beberapa waktu saya sambil jalan-jalan, atau beli bakso saya coba perhatikan tukang parker yang dimaksud.

 

Melihat apa yang ia kerjakan saya hanya bisa geleng-geleng kepala..

 

Dalam beberapa menit saja ia sudah dapat 5-10 orang parker sedangkan satu orang di tarif 1000 rupiah.. ya pantes sekali kalau ia bisa naik haji. Ngitung-ngitung rezeki orang.. misalkan ia sehari parker 120 orang sehari dan ini sangat tidak mustahil baginya karena ia memarkir disepanjang jalan. 120 x 1000 = 120.000 di kali 25 hari missal = 3.000.000,- angka yang fantastis untuk nyemprit-nyemprit aja. Dan kalaupun ada retribusi dari uang parker tersebut tentu tidak mengurangi secara signifikan.

 

Tapi ada yang kurang menyenangkan, pernah saya mau beli obat baru saya masuk ke toko sudah di karcis dan setelah masuk ee… ternyata obat nggak ada… dapatnya karcis parker seharga 1000. pernah saya beli Koran.. harganya 2300 saat itu kena parker 1000 waduh harga Koran mencapai 3300, pernah beli bakso 3000 parkir 1000 total 4000 ongkos parker hamper 35 % dari harga bakso…

 

Mungkin itu yang menjadikan orang lebih suka mendatangi toko yang memberlakukan free park bukan bebas parker “parkir sesukanya”… karena parkirnya harus tertata Cuma gak bayar…

🙂

Posted in goresan | Leave a comment

Akademisi Italia: Islam Memiliki Metode Istimewa yang Tidak Ada Duanya Dalam Hak Asasi Manusia

Rabu, 04 Nopember 09

Akademisi Italia, Rita de Mello, profesor Studi Islam di Universitas Roma, menggambarkan metode yang dibawa oleh Islam dalam menetapkan hak asasi manusia, khususnya hak-hak perempuan, merupakan metode yang tidak ada bandingnya yang dengannya peradaban Islam memiliki keistimewaan, dan dial ah yang pertama kali meletakkan dasar hukum yang universal bagi hak asasi manusia, tanpa membedakan antara jenis kelamin, ras atau agama.

Dr Rita de Mello di sela-sela keikutsertaannya dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Dewan Tertinggi Urusan Islam di Mesir baru-baru ini, menegaskan bahwasanya kampanye-kampanye penyerangan terhadap Islam di Barat tidak akan berlangsung lama, terutama karena adanya kontra-kampanye yang dipimpin oleh kaum Muslimin dari warga negara-negara Barat itu sendiri untuk mengenalkan Islam yang benar.

Dia berkata dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Timur Tengah, “Sesungguhnya ketidaktahuan tentang Islam yang benar berada di balik publikasi tentang “Islamofobia”, dan selalu diilustrasikan sebagai musuh alternatif”, dia juga menambahkan, “Sesungguhnya penyebaran Islam di Barat tidak ada hambatan dan tidak pula menghantui kecuali kelompok tertentu seperti orang-orang yang memiliki kepentingan dan beberapa politisi Barat yang sangat fanatik”.

Adapun tentang rahasia dari minat dan perhatiannya untuk mempelajari Islam; dia mengatakan, “Sesungguhnya ini telah ada sebelum saya mempelajari ilmu sastra dan sejarah Arab dan Islam di Universitas Roma, dan pelajaran inilah yang membuka cakrawala yang luas di depanku untuk melanjutkan penelitian dan studiku untuk mengenal tentang Islam dan peradabannya serta mengkaji lebih jauh tentang ilmu-ilmu Islam dan adab-adabnya serta belajar bahasa Arab sampai aku mendapat gelar doktor dalam bidang sastra Arab dan Islam.”

Continue reading

Posted in Berita | Leave a comment

Lupa…

disebuah Masjid ada sebuah jama’ah sholat yang sedang melaksanakan ibadah secara berjama’ah, ditunjuklah salah seorang imam dari mereka, sang imam yang ditunjuk tanpa pikir panjang langsung maju ke depan untuk memimpin sholat.

Imampun bertakbir : “Allahuakbar”

setelah itu imam mulai membaca:

“bismillahirromanirrohim…. ” tapi setelah itu aneh si imam tidak membaca surat al-fatehah.. tapi langsung surat pendek..

para makmum yang tau kesalahan tersebut sontak mengingatkan “Subhanallah…”

sang imam bingung.. apa yang salah pikirnya… imam mengulang lagi bacaannya :”bismillahirrohmanirrohim…” lalu ia membaca surat pendek lain..

para makmum mengingatkan lagi “Subhanallah…”

sang imam tambah bingung.. apa yang salah pikirnya… imam mengulang lagi bacaannya :”bismillahirrohmanirrohim…” lalu ia membaca surat pendek lain lagi..

makmum yang sudah tidak sabaran langsung dengan keras berkata :”Fatehah.. fatehah…”

🙂

makanya kalau salah bacaannya yang mengingatkan harusnya diingatkan bacaannya “alhamdulillahirobbil alamin..” bukan malah “subhanalloh” itu untuk salah gerakan… kata ustadz yang menceritakan.

Posted in Senyum | 1 Comment