Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- Sebagai seorang suami

Orang yang mempelajari sejarah hidup Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. maka ia akan menemukan bahwa Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. adalah orang yang sangat memperhatikan isterinya, menjaganya, dan memberikan kecintaan kepadanya.
Banyak sekali contoh tentang hal tersebut, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. adalah orang yang pertama menghibur ketika isterinya bersedih, menghapus air matanya, mengerti perasaannya, tidak memojokkannya dengan kata-kata yang tidak enak di dengar,  beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mendengarkan pengaduannya, meringankan kesedihannya, bertamasya dan berlomba dengannya, mempertimbangkan usulannya, menghormati pribadinya tidak merendahkannya ketika terjadi musibah atau masalah, bahkan beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. memberitahukan cintanya kepadanya dan bahagia dengan cinta tersebut, berikut adalah beberapa contoh kasih sayang Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. terhadap isteri-isterinya:

Mengetahui perasaannya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda kepada Aisyah -Radiallahuanha-. : ”Sesungguhnya saya mengetahui jika kamu senang terhadap saya, dan jika kamu sedang marah kepadaku, Aisyah berkata: dari mana Baginda mengetahuinya? Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: adapun jika engkau sedang senang terhadapku, maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi Tuhan (nya) Muhammad! Dan jika kamu sedang marah maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi tuhan (nya) Ibrahim -Alaihi wasalam-! Aku (Aisyah -Alaihi wasalam-) berkata: ya, betul itu..”.
(HR. Aisyah -Alaihi wasalam- , al muhaddits: Muslim, Hadits shahih, sumber: al Musnad as Shahih, Hal atau no: 2439).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Memperhatikan rasa cemburunya dan cintanya
Hadits dari Ummu salamah -Radiallahuanhu-. Bahwasanya ia membawakan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. dan para sahabatnya satu piring makanan, kemudian Aisyah -Radiallahuanha-. Datang dengan memakai pakaian (kisaa’), dan sedang membawa fahr (sebuah batu), dan menggunakan fahr tersebut memecahkan piring (yang di bawa oleh Ummu Salamah), kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- . mengumpulkan ke dua pecahan piring tersebut, dan Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: “makanlah telah cemburu Ummu kalian dua kali, kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengambil piringnya Aisyah -Radiallahuanha-. Dan memberikannya kepada Ummu salamah -Radiallahuanhu-. Dan memberikan piring Ummu Salam -Radiallahuanhu-. Kepada Aisyah -Radiallahuanha-. “.
(HR. Ummu Salamah -Radiallahuanhu-., Hadits Shahih, al Muhaddits al Baany, sumber: shahihu Nasaai, Hal atau no: 3966).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memahami kelemahannya dan tabiatnya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: “Aku berwasiat kepada kalian mengenai wanita,  karena perempuan di ciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), sesungguhnya sesuatu yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya, jika kamu (memaksanya) supaya lurus, maka kamu akan memecahkannya, dan jika kamu membiarkannya bengkok maka ia akan senantiasa bengkok, maka aku berwasiat kepada kalian (peliharalah dengan baik) para wanita”.
(HR. Abu Hurairah -Radiallahuanhu-., Hadits Shahih, Sumber: al Jaami’u Sshahih, al Muhaddits: Bukhari, Hal atau no: 3331).
Hadits diatas bukan sebagai celaan terhadap kaum hawa (wanita) sebagaimana yang di pahami oleh sebagian orang,  akan tetapi untuk memahamkan kaum pria tentang tabi’at seorang perempuan.
Dalam hadits tersebut terdapat suatu pemahaman yang sangat menakjubkan mengenai tabiat seorang perempuan, dan juga di dalamnya terdapat suatu isyarat bahwa boleh membiarkan seorang perempuan sesuai dengan tabi’atnya (mengikuti karakternya) dalam hal-hal yang hukumnya Mubah (boleh), akan tetapi tidak boleh membiarkannya larut dalam tabi’atnya (karakternya)  jika hal tersebut dapat membuat dia berbuat suatu yang tercela seperti maksiat dan meninggalkan hal-hal yang wajib.

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengadu dan bermusyawarah dengannya.
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bermusyawarah dengan isteri-isterinya mengenai hal-hal yang penting, diantaranya Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bermusyawarah dengan Ummu Salamah -Radiallahuanhu-. Pada ” Shulhul Hudaibiyah”. (perdamaian Hudaibiyah),  Ketika Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. telah selesai menulis hal-hal yang beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. sepakati dengan pihak kaum Quraisy, yaitu perjanjian Hudaibiyah tahun Hudaibiyah, beliau bersabda kepada para sahabatnya: “berdirilah kalian semua, berkorbanlah (potong hewan kurban), dan bertahallul –lah (cukur rambut), beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: tidak ada seorangpun dari mereka yang berdiri, sampai beliau mengatakan hal tersebut tiga kali, ketika tidak ada satupun dari mereka yang berdiri, maka beliaupun masuk dan menemui Ummu Salamah -Radiallahuanhu-. kemudian menceritakan hal tersebut kepadanya,  maka Ummu Salamah mengatakan kepadanya: Wahai Nabi Allah !, keluarlah dan jangan bicara dengan siapapun dari mereka, sampai Baginda memotong hewan kurban milik Baginda dan panggillah tukang cukur Baginda dan bercukurlah, beliaupun -Shalallahu alaihi wasalam-. berdiri dan tidak berbicara dengan siapapun dari mereka, sampai beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. selesai melakukan hal tersebut. Maka ketika mereka (para sahabat)  melihat apa yang telah di lakukan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-., merekapun berdiri dan memotong hewan kurbannya (damnya),  dan mereka saling bercukur-cukuran, sehingga hampir saja mereka salaing membunuh di karenakan ke samaran”.
(HR. Ummu Salamah Hindun Binti Abi Umayyah -Radiallahuanhu-., Hadits Mutawatir, al Muhaddits: Ibn jarir at Tabari, Sumber: Tafsir At Tabari, Hal atau no: 2/293).

Menunjukkan kecintaanya dan kesetiaannya kepadanya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda kepada Aisyah -Radiallahuanha-. Pada hadits Ummu Zar’I t Thawil Yang di riwayatkan oleh Imma Bukhari: “ Saya untukmu seperti Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I “ artinya: kesetiaan dan cinta saya kepadamu seperti kesetiaan dan cinta  Abi Zar’I, kemudian Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: demi Ayah dan Ibuku Engkau lebih baik daripada Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, sumber: Al Jaami’ As shahih, hal atau no: 5189).

Memanggilnya dengan panggilan yang baik
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memanggil Aisyah -Radiallahuanha-. Dengan panggilan: Ya ‘Aisy.., ini Jibril -Alaihi wasalam- Mengucapkan salam untukmu, maka aku (Aisyah -Radiallahuanha-.) berkata: atasnya salam dan Rahmat Allah swt. dan berkah-Nya kepadanya, Baginda melihat apa yang aku tidak lihat. Yang dia maksud Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- .

Terkadang beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. memanggil Aisyah -Radiallahuanha-. Dengan panggilan “wahai Humairah” , kata “humairah” ialah bentuk tashgir (diminutif) dari kata al Hamraa’ artinya yang putih.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits sanadnya shahih, al Muhaddits: Ibn Hajar al Asqalani, sumber: Fathul baari oleh Ibn hajar al Asqalaany, no atau hal: 515/2).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. makan dan minum bersamanya
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: “ketika saya sedang haidh saya minum, kemudian minuman saya di ambil oleh Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-., kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. meletakkan mulutnya di tempat bekas mulut saya, kemudian beliau minum, saya sedang menggigit sisa-sisa daging yang terletak di tulang sementara saya sedang haid, kemudian (tulang) tersebut di ambil oleh Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. , kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. meletakkan mulutnya pada tempat bekas mulut saya”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Derajat hadits: shahih, Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/no: 300).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak pernah mengeluhkan keadaan isterinya.
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: “Saya menyisir rambut Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. ketika saya sedang haid”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Derajat hadits: Shahih, al Muhaddits: al Bukhari, sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 295).

Rasulullah  -Shalallahu alaihi wasalam-. tidur dan bersandar di kamar isterinya.
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: “Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersandar di kamarku ketika aku sedang haid, kemudian beliau membaca al Qur’an”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Derajat hadits: Shahih,
al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 297).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bertamasya dengan isterinya
Adalah Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. ketika hendak melakukan perjalanan maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mengundi isteri-isterinya , kemudian Aisyah -Radiallahuanha-. Dan Hafshah -Radiallahuanhu-. Namanya di undi, lalu nama keduanya keluar secara bersamaan. Maka pada malam hari Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. berjalan di temani Aisyah -Radiallahuanha-. Dan beliau ngobrol dengannya, maka Hafshah -Radiallahuanhu-. Berkata kepada Aisyah -Radiallahuanha-. : Bagaimana kalau malam ini kamu menunggangi unta saya dan saya menunggangi unta kamu dan kita sama-sama memperhatikan (apa yang akan di lakukan oleh Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.)? Aisyah menjawab: baik, maka Aisyahpun menunggangi unta Hafshah. Sementara Hafshah menunggangi unta Aisyah. Kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mendatangi unta Aisyah yang sementara di tunggangi oleh Hafshah, Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mengucapkan salam kepadanya dan berjalan bersamanya, sampai mereka singgah, Aisyah -Radiallahuanha-. Tertinggal jauh diapun cemburu, ketika mereka singgah (pada suatu tempat) maka Aisyah -Radiallahuanha-. Meletakkan kakinya pada rumput-rumput yang ada (memukul-mukulkannya ke tanah), kemudian ia berkata: Ya Tuhan ! biarkanlah kalajengking menyengat saya atau ular mematuk saya.  Rasul-Mu! dan saya tidak  dapat mengatakan sesuatupun kepadanya”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2445).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. membantu isterinya mengerjakan pekerjaan rumah
Aisyah -Radiallahuanha-. Di tanya: mengenai apa yang di lakukan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. di rumahnya? Aisyah -Radiallahuanha-. Menjawab: beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. membantu isterinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dan jika beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mendengarkan adzan beliaupun keluar (ke mesjid)”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ as Shahih, Hal/No: 5363).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengerjakan sesuatu yang bisa beliau lakukan sendiri untuk meringankan beban isterinya

Aisyah -Radiallahuanha-. Di tanya mengenai apa yang di lakukan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. di rumahnya? Aisyah menjawab: beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mencuci sendiri pakaiannya, memeras susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-.,  Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami’, Hal/No: 4996).
Aisyah -Radiallahuanha-. Juga mengatakan bahwa: Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. sendiri yang menjahit bajunya, menambal sandalnya dan mengerjakan seperti apa yang di lakukan suami-suami yang lain di rumahnya”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami”, Hal/No: 4937).

Menahan diri  (agar tidak marah) untuk kebahagiaannya (pada hal-hal yang boleh)
Abu Bakar -Radiallahuanhu-. Masuk ke rumahnya Aisyah -Radiallahuanha-. Sementara terdapat dua anak perempuan yang sedang memukul rebana, dan keduanya menyanyi, sementara Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. sedang menutup kepalanya dengan kainnya, kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. membuka penutup di wajahnya dan mengatakan: wahai Abu Bakar biarkan saja! Hari ini adalah hari raya, yaitu hari-hari Mina, sementara Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. pada waktu itu berada di Madinah”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihu nasaa’I, Hal/No: 1596).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. cinta kepada isteri-isterinya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. sangat cinta dan sayang terhadap Khadijah -Radiallahuanhu-. Sementara saya (Aisyah -Radiallahuanha-.) tidak pernah bertemu dengan Khadijah, Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: jika Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memotong seekor kambing, maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: kirimkanlah (dagingnya) untuk kerabat-kerabat Khadijah. Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: dan pada suatu hari aku marah, dan aku mengatakan: Khadijah? Lalu Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda : sesungguhnya saya telah di karuniai cintanya”…
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits shahih, al Muhaddits: Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, hal/no:2435).
74712- jika beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. memotong kambing, beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: kirimkanlah kepada kerabat-kerabat Khadijah”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: Shahihul jaami’, Hal/No: 4722).
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memuji isterinya
“Kelebihan Aisyah -Radiallahuanha-. Di bandingkan isteri-isterinya yang lain seperti bandingannya Tsaried (bubur, roti yang di remuk dan di rendam dalam kuah) dengan makanan-makanan yang lain”.
(HR. Anas Bin Malik -Radiallahuanhu-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2446).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bahagia ketika isterinya bahagia
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: pada suatu hari Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. pulang dari suatu peperangan sementara  saya menutupi sesuatu, lalu angin bertiup maka terbukalah kain penutup tersebut dan kelihatanlah boneka-boneka mainanku, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.pun bertanya: apa ini? Aisyah -Radiallahuanha-. Menjawab: ini adalah bonekaku (mainanku), kemudian beliau pun bertanya lagi: apa yang terdapat di tengah-tengahnya ini? Aku menjawab: itu adalah kuda, beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. bertanya lagi: apa yang terdapat di tubuhnya ini? Aku menjawab: itu adalah dua sayap, beliau bersabda: kuda mempunyai dua sayap? Aku berkata: apakah baginda Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak pernah mendengar bahwasanya Sulaiman bin Daud mempunyai seekor kuda yang punya sayap. Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. pun tertawa sehinnga nampak gigi gerahamnya”.
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Ghayatul maram, Hal/No: 129).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memperhatikan akhlak yang baik dari isteri-isterinya
…jika tidak di sukai salah satu dari perangainya (si isteri) mungkin anda dapat menyukai perangainya yang lain…
(HR. Muslim, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber al Musnad as Shahih, Hal/No: 1469).

Tidak menyebarkan rahasia-rahasianya (baik dari pihak isteri atau suami)
Sesungguhnya orang yang paling jelek (jahat) posisinya di sisi Allah pada hari kiamat ialah: suami yang membuka rahasia isterinya (mempermalukannya), dan isteri yang mempermalukan suaminya, dan menyebarkan rahasianya”.
(HR. Abu Sa’id al Khudry, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/No: 1437).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak menyaikiti atau memukul isterinya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak pernah memukul isterinya, dan juga pembantunya, kecuali jika beliau sedang berjihad di jalan Allah Swt. (berperang….
(HR. Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2328).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. menjaga dan mengusap air mata isterinya
Shafiyah -Radiallahuanhu-. Bersama dengan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. pada suatu perjalanan, lalu ia lambat di dalam perjalanan, maka Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. menemuinya sementara ia sedang menangis, dan berkata: baginda memberikan aku unta yang lambat, maka Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengusap air mata di kedua matanya dan mendiamkannya”.
(HR. an Nasaa’i).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. menyuapi isterinya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan menafkahkan suatu nafkah yang engkau mengharap dengan nafkah tersebut Ridha Allah, kecuali Allah akan menambahakan dan meninggikan derajatmu, sekalipun hanya suapan yang engkau letakkan di mulut isterimu”.
(al Muhaddits: Ibn Taimiyyah, Hadits Shahih, Sumber: al Majmu’ fatawa, Hal/No: 30/10).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memperhatikan kebutuhan-kebutuhan isterinya
Aku bertanya: wahai Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. apa hak isteri terhadap kami (para suami), Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: memberinya makanan jika kamu makan, memberinya pakaian jika kamu punya pakaian, jangan pukul wajahnya, jangan mencacinya, dan jangan membentaknya kecuali jika kamu di rumah (jauh dari pandangan orang banyak)”.
(HR. Mu’awiyah bin Hidah al Qusyairy, derajat hadits: (di syaratkan dalam al Muqaddimah) bahwasanya  hadits ini adalah hadits shahih sesuai dengan jalur ahlul hadits, al Muhaddits: Ibn Daqiq al ‘id, Sumber: al Ilmam, Hal/No: 2/655).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. memilihkan nama-nama yang baik untuk isterinya
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata kepada Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. : Ya Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. setiap isteri-isterimu mempunyai kuniyah (gelar) kecuali saya, lalu Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. berkata kepadanya: berilah dirimu kuniya dengan nama anakmu Abdullah yakni Abdullah Ibn Zubair, kamu sekarang adalah Ummu Abdullah, berkata: maka senantiasa ia di gelar dengan sebutan Ummu Abdullah sampai ia wafat sementara ia tidak pernah melahirkan”.
(HR. ‘Urwa bin Zubair, sanadnya shahih, al Muhaddits al Baany, sumber: silsilatu ahaaditsu as Shahihah, Hal/No: 1/255).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mencintai isterinya dan menghormati keluarganya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengutus ‘Amru bin ‘Ash -Radiallahuanhu-. dalam suatu peperangan zaatu ssalaasil , ia berkata: lalu aku mendatanginya kemudian aku berkata: siapa yang anda paling sukai? Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: Aisyah, aku bertanya lagi kalau dari golongan laki-laki? Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: ayahnya (yaitu Abu Bakar -Radiallahuanhu-.), aku bertanya lagi: kemudian siapa lagi? Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: Umar, kemudian beliau menyebutkan beberapa orang , lalu aku diam khawatir beliau akan menjadikanku paling terakhir dari mereka (dari nama-nama yang telah di sebutkan)”.
(HR. Abu Utsman an Nahdy, Hadits Shahih, Muhaddits: Bukhari, sumber: al Jaami’ as Shahih, Hal/No: 4358).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. tidak mencacinya ketika terjadi masalah
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: adalah Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. ketika ingin melakukan perjalanan maka beliau mengundi nama-nama para isterinya maka barangsiapa dari mereka yang keluar namanya (undiannya) maka dialah yang berhak menemaninya dalam perjalanan, dan ketika terjadi perang Bani Mushtalaq undian (nama) saya keluar, maka akupun keluar bersamanya. Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: perempuan-perempuan pada waktu itu memakan al ‘alq (sepotong daging) tidak menggemukkan, dan ketika melakukan perjalanan maka saya mempunyai unta dan saya duduk di dalam tenda (yang di letakkan di atasnya), kemudian beberapa orang datang lalu membawaku dengan mengangkat bagian bawah tenda kemudian mereka mengangkatnya, lalu mereka meletakkannya di atas punggung unta dan mengikatnya dengan tali setelah itu mereka pergi.
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: ketika Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. selesai dari perjalanannya maka kafilahpun berangkat (untuk pulang), dan ketika mereka telah mendekati Madinah mereka singgah di suatu tempat dan bermalam di tempat tersebut beberapa malam. Kemudian setelah itu ada izin untuk melanjutkan perjalanan maka orang-orangpun siap-siap untuk berangkat sementara saya keluar untuk melaksanakan hajat saya dan di leher saya terdapat sebuah kalung, dan ketika saya telah selesai dari membuang hajat, kalung tersebut lepas dari leher saya dan saya tidak tau jatuh di mana?, lalu aku kembali ke tempat barang-barang dan mencari kalung saya tapi aku tidak menemukannya, sementara orang-orang telah siap-siap untuk berangkat, kemudian aku kembali ke tempat aku membuang hajatku tadi lalu aku mencarinya sampai aku menemukannya.
kemudian datang orang-orang yang bertugas mempersiapkan unta saya – dan mereka telah selesai dari persiapannya- lalu mereka mengangkat tenda, mereka mengira saya berada di dalam tenda tersebut sebagaimana yang telah saya lakukan sebelumnya (saya berada di dalam tenda tersebut), mereka pun mengangkatnya dan mengikatnya di atas punggung unta, dan mereka tidak ragu kalau saya ada di dalamnya lalu mereka menuntun unta dan berangkat…!!!!
Kemudian aku kembali ke tempat para prajurit (setelah ia menemukan mencari kalungnya di tempat ia membuang hajatnya) akan tetapi aku tidak menemukan siapa-siapa lagi? Seluruhnya telah berangkat. Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: lalu aku menggulung jilbabku dan tidur di tempatku, dan saya mengetahui bahwa kalau saya tertinggal,  maka orang-orang akan datang mencari saya, demi Allah! Saya sedang tidur, dan Marwan bin Mu’atthal as Salamy lewat di depan saya, beliau juga terlambat karena melaksanakan beberapa hajatnya, maka dia tidak menginap bersama dengan orang-orang yang lain, kemudian ia melihat bayangan-bayangan hitam iapun mendekat dan berdiri di depan saya –dan ia melihatku sebelum saya mengenakan  hijabku-dan ketika ia telah melihatku iapun berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun ini adalah isteri Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.? dan saya sedang berbantalkan dengan kainku..!!! ia berkata: apa yang membuat anda terlambat semoga Allah merahmatimu? Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: aku tidak pernah menjawab pertanyaannya, kemudian ia mendekati unta dan berkata: naiklah! Dan iapun menjauh dari saya. Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: dan aku menunggangi unta tersebut dan ia menuntun unta berjalan mencari orang-orang yang lain, demi Allah ! kami tidak menemukan  yang lain,  aku tidak merasa kehilangan sampai ketika subuh hari mereka turun, dan ketika mereka telah tenang datanglah seseorang yang menunutun untaku, maka mulailah orang-orang yang suka menyebarkan kebohongan mengatakan sesuatu, dan kamp militer berguncang, demi Allah aku tidak mengetahui  sedikitpun (tentang gossip yang menyebar).
Kemudian kami tiba di Madinah…tidak seorangpun yang mengabarkan kepadaku tentang hal tersebut, sementara berita tersebut telah sampai kepada Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. dan kepada kedua orang tuaku, sementara mereka tidak membicarakan hal tersebut kepadaku sedikitpun , hanya saja saya merasakan sedikit keanehan dari Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. mengenai kelembutannya kepadaku tentang  pengaduan ini, maka aku mengingkari hal tersebut darinya, jika beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. masuk dan saya bersama dengan ibu saya yang merawatku, beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. berkata: bagaiaman kabar kalian? Tidak lebih dari itu.
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: sampai aku marah kemudian aku mengatakan: wahai Rasulullah! Ketika aku telah melihat beliau sangat tertutup terhadapku: jika anda mengizinkan saya akan pindah ke rumah ibuku? Beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: tidak mengapa, Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: maka aku kerumah ibuku sementara saya belum mengetahui apa yang telah terjadi, sehingga aku sembuh dari sakitku setelah berlalu lebih dari 20 hari, kami orang-orang arab tidak membuat al kanf  (wc atau semacamnya) di dalam rumah kami, sebagaimana  yang di lakukan oleh orang selain arab, kami tidak menyukainya, akan tetapi kami keluar ke tempat yang luas di madinah, dan setiap perempuan keluar di malam hari untuk membuang hajatnya.
Pada suatu malam aku keluar untuk melaksanakan beberapa hajatku dan saya di temani oleh Ummu Misthah, demi Allah! Ia berjalan bersama saya, tiba-tiba ia tersandung…lalu ia berkata: tersungkur Misthah? Maka aku mengatakan: sungguh tidak menyenangkan Demi Allah! Apa yang telah engkau katakan terhadap seseorang dari orang-orang muhajirin yang menyaksikan perang Badar”!!! ia berkata: apakah berita itu tidak sampai kepadamu wahai putri Abu Bakr -Radiallahuanhu-. ?? aku bertanya: berita yang mana? Maka iapun menceritakan aku terhadap apa yang telah di sebarkan oleh orang-orang ifki  (Yang suka membuat kebohongan), aku bertanya lagi? Sunnguhkah hal ini telah terjadi? Ia menjawab: iya, demi Allah! hal ini telah terjadi, Aisyah berkata: Demi Allah! Aku tidak mampu untuk membuang hajatku dan akupun kembali, demi Allah! Aku senantiasa menangis sampai aku mengira bahwasanya tangisan akan memecahkan hatiku.
Aku berkata kepada ibuku: semoga Allah mengampunimu, orang-orang telah saling bercerita terhadap apa yang terjadi dan ibu tidak menceritakan kepadaku tentang hal tersebut sedikitpun? Ia menjawab: wahai putriku!!  Jangan kamu terlalu bersedih, hal ini sering terjadi jika seorang perempuan yang cantik dan di cintai oleh suaminya, sedangkan ia mempunya madu, maka mereka akan saling bercerita (gossip) demikian juga orang-orang lain, Aisyah -Radiallahuanha-. berkata: Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bangkit dan berpidato di hadapan orang banyak, sementara saya tidak mengetahui hal tersebut, beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. memuji Allah swt. kemudian bersabda: wahai sekalian manusia! Mengapa seseorang menyakiti aku dengan memfitnah keluargaku mereka mengatakan atas diri mereka yang tidak benar? Demi Allah,  aku mengenal mereka bahwa mereka itu adalah orang-orang yang baik, mereka mengatakan hal tersebut terhadap seseorang, demi Allah swt. Aku tidak mengenal dia kecuali ia adalah orang yang baik, dan ia tidak masuk ke dalam rumah dari rumahku kecuali ia bersamaku!
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: hal ini di besar-besarkan oleh Abdullah bin Ubay bin salul dari suku Khazraj, bersama dengan Misthah dan Hamnah binti Jahasy karena saudarinya yaitu Zainab binti Jahasy adalah termasuk isteri Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Tidak terdapat dari isteri-isteri Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Yang menandingi posisi saya di sisi Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dari dia, namun Zainab binti Jahasy -Radiallahuanhu-. Allah swt. Menjaganya dengan agamanya (imannya yang kuat) maka ia tidak mengatakan sesuatu kecuali hal yang baik, adapun Hamnah (saudarinya) ia menyebarkan kebohongan ini karena posisi adiknya yang menjadi isteri Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.
Maka ketika Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Mengatakan perkataannya (pidatonya) tersebut Usaid bin Khudair mengatakan: “wahai Rasulullah ! jika mereka dari kaum Aus maka kami akan membunuh mereka, dan jika mereka dari kaum kami Khazraj maka perintahkanlah kami dengan perintahmu, demi Allah! Mereka memang pantas untuk di penggal kepalanya.
Kemudian Sa’ad bin Ubadah Berdiri kemudian ia berkata: demi Allah, kamu telah berdusta, kalian tidak akan memenggal leher mereka, sesungguhnya kamu tidak mengatakan perkataan tadi kecuali engkau telah mengetahui bahwasanya mereka dari suku Khazraj, seandainya dari kaummu maka kamu tidak akan mengatakan hal tersebut.
Maka Usaid mengatakan: Demi Allah, kamu telah berdusta, akan tetapi kamu adalah seorang munafik yang  memperdebatkan tentang orang-orang munafik…dan manusia saling menyerang sehingga hampir saja kedua suku ini saling bertempur, kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Turun (dari mimbarnya) dan masuk menemui saya, dan beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Memanggil Ali bin Abi Thalib -Radiallahuanhu-. Dan Usamah bin Zaid -Radiallahuanhu-. Kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Bermusyawarah dengan keduanya, adapun Usamah -Radiallahuanhu-. Maka ia memuji (Aisyah -Radiallahuanha-.) dengan baik, kemudian ia mengatakan: Wahai Rasulullah! Ia adalah isterimu, dan kami tidak mengenal mereka kecuali mereka adalah orang-orang yang baik, dan berita ini adalah suatu kebohongan dan kebatilan!
Adapun Ali bin Thalib -Radiallahuanhu-. Ia mengatakan: “wahai Rasulullah, perempuan masih banyak dan baginda mampu untuk mencari penggantinya, dan tanyalah al jaariyah (pelayan perempuan) maka ia akan membenarkanmu, kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Memanggil Barirah dan menanyainya, kemudian Ali -Radiallahuanhu-. Berdiri dan memukulnya dengan pukulan yang sangat keras dan mengatakan: benarkan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. ,maka Barirah mengatakan: demi Allah, saya tidak mengetahui kecuali ia (Aisyah -Radiallahuanha-.) adalah seorang yang baik, dan saya tidak melihat aib terhadap diri Aisyah -Radiallahuanha-. Kecuali saya sedang membuat adonanku, lalu aku memerintahkannya untuk menjaga adonan itu, kemudian ia tertidur dan datang kambing memakannya!
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Masuk menemuiku dan saya sedang bersama dengan kedua orang tuaku, bersama saya seorang perempuan dari Anshar, saya menangis dan iapun menangis, maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Duduk dan bertahmid memuji Allah swt., kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Bersabda: wahai Aisyah sesungguhnya telah sampai kepadamu perkataan orang-orang, bertakwalah kepada Allah, jika engkau benar telah melakukan suatu dosa sebagaimana yang di katakana orang-orang, maka bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah swt .menerima taubat hamba-hamba-Nya…
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: Demi Allah, tiadalah beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Mengatakan hal tersebut sehingga air mataku mengalir, karena aku merasa tidak melakukan tentang hal tersebut, kemudian aku menunggu kedua orang tuaku untuk menjawab mengenai aku, akan tetapi keduanya tidak mengatakan apa-apa!
Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: demi Allah, sesungguhnya saya merendahkan diriku sehingga Allah swt. Menurunkan dalam al Qur’an, akan tetapi saya berharap semoga Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Melihat dalam mimpinya Sesutu yang Allah swt. Mendustakan berita tersebut mengenai saya, agar beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Mengetahui tentang kesucianku, …Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: ketika saya melihat kedua orang tua saya tidak berkomentar, aku berkata kepadanya: kenapa ayah dan ibu tidak  menjawab Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.? Maka keduanya berkata: demi Allah, kami tidak tahu harus menjawabnya dengan apa. Aiysah -Radiallahuanhu-. Berkata: demi Allah, aku tidak mengetahui sebuah keluarga yang mendapatkan kesedihan sebagaimana yang telah masuk kepada keluarga Abi Bakar di hari-hari tersebut.
Kemudian Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata lagi: ketika keduanya tidak jelas sikapnya kepada saya maka aku menangis, kemudian aku berkata: demi Allah, selamanya saya tidak akan bertaubat kepada Allah terhadap apa yang Baginda telah katakan, demi Allah, sesungguhnya saya mengetahui jika saya membenarkan apa yang telah di katakan oleh orang-orang  –sesungguhnya dia (yang menyebarkan kabar bohong) mengetahui bahwasanya saya adalah suci–   maka aku akan mengatakan apa yang tidak terjadi, dan jika aku mengingkari apa yang mereka katakan maka mereka tidak akan mempercayaiku, Aisyah -Radiallahuanha-. Berkata: kemudian aku ingin menyebut Nabi Ya’qub -Alaihi wasalam- Akan tetapi aku tidak mengingat namanya, maka aku mengatakan: aku mengatakan apa yang telah di katakana oleh bapaknya Nabi Yusuf -Alaihi wasalam-: maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku, dan Allah sajalah yang di mohon pertolongan-Nya terhadap apa yang mereka katakan, demi Allah, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Tidak meninggalkan tempatnya sampai Allah swt. Menurunkan wahyu kepadanya dan beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. berlindung dengan kainnya, kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Meletakkan bantal di bawah kepalanya, adapun saya ketika melihat apa yang terlihat, demi Allah, saya tidak takut, sungguh saya telah mengetahui bahwasanya saya suci, dan bahwasanya Allah swt. Tidak menzalimiku.
Adapun kedua orang tuaku demi yang jiwa Aisyah berada di genggaman-Nya, wahyu belum selesai turun kepada Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Sampai aku mengira mereka berdua akan meninggal di karenakan khawatir akan turun wahyu dari Allah swt. Yang membenarkan apa yang di katakan oleh orang-orang (mengenai saya), kemudian wahyu dari Allah swt. selesai turunnya kepada Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam-. Maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Duduk, sungguh wajah beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. terlihat Berseri-seri bagaikan mutiara di musim dingin, maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Menyapu keringat yang terdapat di wajahnya, kemudian bersabda: “berita gembira wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah swt. Telah menurunkan ayat mengenai kesucianmu.
Maka aku mengatakan: segala puji bagi Allah, kemudian Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Keluar menemui orang-orang kemudian berpidato di depan mereka dan membacakan beberapa ayat kepada mereka:
” Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.
(QS. An Nuur: 11).
(perawi: Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits shahih, terdapat di shahih Bukhari dan Muslim, al Muhaddits: al Baany, sumber: Fiqhi ssirah, hal/no: 288).
Menunggu sebentar (memperlambat) untuk menemui (isterinya) sehingga ia dapat berhias untuknya
Kami kembali bersama Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dari suatu peperangan, maka aku terburu-buru dengan untaku, kemudian orang yang di belakangku mendapatiku (berhasil menyusulku), maka untaku bergerak bersama dengan seokar kambing yang bersamanya, dan  untaku berjalan dengan cepat,kemudian (tiba-tiba aku bertemu) dengan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Kemudian beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Bertanya: apa yang membuatumu terburu-buru? Aku menjawab: saya akan melaksanakan akad pernikahan, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Bertanya lagi: dengan seorang gadis atau janda? Aku menjawab: dengan seorang janda, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Bersabda: kenapa kamu tidak memilih seorang gadis agar kamu bisa bersenang-senang dengannya begitupun dia, ia berkata: maka ketika kami pergi untuk bertemu dengan isteri kami, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Bersabda: tunggu sebentar, sampai kalian masuk menemuinya di malam hari, agar dia (isteri) dapat berhias”.
(Perawi: Jabir bin Abdullah -Radiallahuanhu-., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Bukhari, sumber: al Jaami’ ash Shahih, hal/no: 5079).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Merawat sendiri isterinya ketika ia sakit
Adalah Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Ketika salah seorang dari isterinya sedang sakit, maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Meniupkan untuknya dengan (membaca) al mau’idzaat (surah al ikhlash, surah al Falaq dan surah an Naas), kemudian ketika beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Sakit yang membuatnya wafat, maka beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. Meniupkan hal tersebut dan menyapukan ke tubuhnya dengan kedua tangannya, karena kedua tangannya mempunyai berkah yang sangat besar di bandingkan dengan kedua tanganku (Aisyah -Radiallahuanha-.). dalam riwayat Yahya bin Ayyub: Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Meniupkannya dengan al al mau’idzaat.
(Perawi: Aisyah -Radiallahuanha-., Hadits shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad ash Shahih, hal/no: 2192).

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Memberitakan berita gembira untuk isterinya dan membahagiakannya
Jibril -Alaihi wasalam- Mendatangi Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dan ia mengatakan: ya Rasulullah, ini Khadijah -Radiallahuanhu-. Telah datang, dia membawa bejana yang berisikan kuah,  makanan dan minuman, jika ia telah datang menemuimu maka sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari Saya, dan beritakan berita gembira untuknya dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang tidak ada kegaduhan dan keletihan di dalamnya”.
(Perawi: Abu Hurairah -Radiallahuanhu-., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ ash Shahih, hal/no: 3820).
Dari Aisyah -Radiallahuanha-.: Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Bersabda: “Sesungguhnya Jibril -Alaihi wasalam- Mengucapkan salam untukmu”. Aku menjawab: untuknya (salam) dan rahmat Allah swt.
Jibril -Alaihi wasalam- Mendatangi Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dan mengatakan: “wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah telah datang dan ia membawa makanan dan minuman, jika ia telah menemuimu maka sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari saya, dan beritakan berita gembira dengan dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang tidak ada kegaduhan dan keletihan di dalamnya, Maka Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Memberitakan berita gembira itu kepadanya, dan hal tersebut adalah kebahagiaan untuknya”.

sumber : http://www.rasoulallah.net/v2/document.aspx?lang=indo&doc=5094

 

Advertisements

About tigagenerasi

ahlussunnah wal jama'ah
This entry was posted in Islamic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s