Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- Sebagai seorang suami

Orang yang mempelajari sejarah hidup Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. maka ia akan menemukan bahwa Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. adalah orang yang sangat memperhatikan isterinya, menjaganya, dan memberikan kecintaan kepadanya.
Banyak sekali contoh tentang hal tersebut, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. adalah orang yang pertama menghibur ketika isterinya bersedih, menghapus air matanya, mengerti perasaannya, tidak memojokkannya dengan kata-kata yang tidak enak di dengar,  beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. mendengarkan pengaduannya, meringankan kesedihannya, bertamasya dan berlomba dengannya, mempertimbangkan usulannya, menghormati pribadinya tidak merendahkannya ketika terjadi musibah atau masalah, bahkan beliau -Shalallahu alaihi wasalam-. memberitahukan cintanya kepadanya dan bahagia dengan cinta tersebut, berikut adalah beberapa contoh kasih sayang Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. terhadap isteri-isterinya:

Mengetahui perasaannya
Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. bersabda kepada Aisyah -Radiallahuanha-. : ”Sesungguhnya saya mengetahui jika kamu senang terhadap saya, dan jika kamu sedang marah kepadaku, Aisyah berkata: dari mana Baginda mengetahuinya? Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. menjawab: adapun jika engkau sedang senang terhadapku, maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi Tuhan (nya) Muhammad! Dan jika kamu sedang marah maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi tuhan (nya) Ibrahim -Alaihi wasalam-! Aku (Aisyah -Alaihi wasalam-) berkata: ya, betul itu..”.
(HR. Aisyah -Alaihi wasalam- , al muhaddits: Muslim, Hadits shahih, sumber: al Musnad as Shahih, Hal atau no: 2439).

Continue reading

Advertisements
Posted in Islamic | Leave a comment

Nasehat Syeikh Yahya bin Ghulam al bakistany

Berikut cuplikan diskusi beliau dengan al ustadz Abu Hamzah (pimred Majalah Qiblati) dari http://www.qiblati.com, insyaAllah Mutiara Nasehat yang sangat indah bagi kita semua)
Masalah-masalah ilmiah manhajiyah yang kita diskusikan, dan ucapan
beliau dalam masalah-masalah tersebut antara lain:

1. Tentang Jam’iyyah
Syaikh Masyhur Hasan Salman pernah bertanya kepada Syaikh Al-Albani tentang tanzhim (pengorganisasian), maka beliau menjawab: “Pertemuan kita ini tidak terlaksana kecuali dengan tanzhim.”
“Di India Jam’iyyah Ahli Hadits ada Raisnya (ketuanya), ada sekretariatnya, ada programnya, ada jadwal-jadwal pengajiannya.”
Saya (abu Hamzah) katakan: Apa yang beliau sampaikan ini adalah sama persis dengan yang disampaikan kepada saya oleh Syaikh Washiyullah Abbas, 4 tahun lalu saat kami bertamu kepada beliau, yang waktu itu saya diantar oleh akhi Nurkholis –jazahullahu khairan-. Beliau mengatakan bahwa tanpa jam’iyyah ahli hadits, kelompok salafiyyah tidak akan eksis.
Pada saat saya katakan kepada syaikh agar jangan bosan-bosan menerima saya jika berkunjung lagi, dan saya katakan insyaallah pada kunjungan depan saya akan datang dengan membawa istri saya, maka beliau menyanggupinya. Sambil tersenyum beliau mengatakan: “Gampang, nanti akan kita tanzhim (atur).” Terus saya guyoni: wah, jangan-jangan antum akan ditahdzir karena tanzhim ini.” Beliau juga guyon: “Wah, itu tinggal nunggu giliran saja.”

2. Tentang Tahdzir
Ghuluw terjadi dalam hal tahdzir.
Di Inggris pernah ada yang meminta kepada Khathib ied (hari raya) agar membahas (mentahdzir) tentang Sayyid Quthub.
Di Inggir juga ada yang sering di dalam khutbah Jum’at mentahdzir Abul Hasan al-Ma’ribi. Karena seringnya tahdziran (warning) itu hingga seseorang bertanya kepada khathib itu: Apakah Abul Hasan itu Dajjal yang diperingatkan oleh Nabi agar kita menjauhinya?!!

3. Tentang Salafi
Ghuluw juga terjadi dalam menilai sesorang itu salafi atau bukan.
Diantara bentuknya adalah meyakini bahwa tidak ada ulama salafi kecuali dua atau tiga orang. Pernah Syaikh Fulan (beliau menyebut namanya): “Riyadh tidak ada salafi kecuali Syaikh Abd Karim Barjas dan Syaikh fulan. Kini, karena syaikh Fulan sudah tiada maka salafi kini tingal satu!!! Continue reading

Posted in Islamic | Leave a comment

Rasulullah Adalah sebaik-baik teladan dalam hidup anda

Hanya beliau dalam catatan sejarah yang menjadi suri teladan dalam segala aspek.

· Jika anda seorang hartawan, teladanilah Rasulullah Saw. Ketika beliau berdagang dengan membawa barang dagangan antara Hijaz hingga Syam, dan menguasai perniagaan Bahrain…

· Jika anda termasuk orang yang kurang mampu dalam hal materi, maka ikutilah Rasulullah Saw. Yang tereksklusif pada rakyat Abi Thalib, ketika beliau meninggalkan tempat tinggalnya berhijrah ke Madinah beliau tidak membawa harta benda sedikitpun…

· Jika anda seorang penguasa maka ikutilah sunnah beliau dan perbuatan-perbuatannya, ketika beliau menjadi penguasa orang arab, beliau menguasai beberapa negeri dan menjadikan penguasa-penguasa mereka tunduk kepada beliau …

· Jika anda seorang rakyat lemah, anda bisa mengambil dari Rasulullah -shalallahu alaihi wa salam-. Teladan yang baik, ketika beliau teraniaya di Mekkah di bawah kekuasaan orang-orang musyrik… Continue reading

Posted in Islamic | Leave a comment

Joseph Cohen, Mantan Anggota Kelompok Radikal Yahudi yang Jadi Mualaf

Senin, 26 April 10

NEW YORK–Ketika kartun South Park edisi ke-200 yang menjadikan Rasulullah SAW bahan guyonan dengan mengenakan kostum beruang, ada seorang pemuda yang sangat marah, Yousef al-Khattab. Ia bahkan secara spontan melontarkan pernyataan agar orang-orang di balik kartun itu berhati-hati, karena bisa jadi mereka akan menjadi sasaran kemarahan umat Islam seperti halnya sutradara Theo Van Gogh di Belanda yang tewas ditikam. Ucapannya kemudian ditulis di berbagai media sebagai “bentuk ancaman kelompok radikal Islam terhadap para kreator South Park”. Bahkan karena berita ini pula, produser kartun menghapus edisi “konyol-konyolan” itu.

Siapa Yousef al-Khattab? Tak banyak yang tahu. Orang hanya melihatnya sebagai Muslim taat yang “gampang tersulut” jika Nabinya dilecehkan.

Yang sebenarnya, Yousef adalah mualaf bernama asli Joseph Cohen. Sebelum kembali tinggal di Amerika Serikat, dia adalah anggota kelompok garis keras Yahudi di Tepi Barat. Dia pindah ke Israel karena doronagn keyakinannya yang kuat pada ajaran Yahudi.

Di sana, ia aktif memperjuangkan perluasan permukiman Yahudi di negara itu. Dia secara rutin mengikuti kelas yang diselenggarakan oleh seorang rabi ortodoks di kotanya.

Suatu hari, dia seperti biasa berselancar di internet. Di sebuah ruang chat (chatroom), dia bertemu teman diskusi yang adalah seorang Muslim. Keduanya saling bertukar pendapat soal pemikiran masing-masing.

Perbincangan itu membekas di hati Cohen. Belakangan, ia yang kemudian hijrah kembali ke Amerika Serikat dan menemukan banyak pencerahan. Akhirnya, ia bersyahadat dan menjadi Muslim. Tak lama setelah ia mengucapkan syahadat, istri dan empat anak Yousef mengikuti jejaknya menjadi Muslim. Sekarang, Yousef al-Khattab aktif berdakwah di kalangan orang-orang Yahudi, meski ia sendiri tidak diakui lagi oleh keluarganya yang tidak suka melihatnya masuk Islam.

Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat dan penerusnya hingga sekarang. Di negara itu, ia mendirikan organisasi bagi para pemuda Muslim yang sebagian anggotanya adalah mualaf. Namun, organisasinya kadung dicap sebagai kelompok garis keras. “Ini adalah risiko lain berdakwah,” ujarnya. (MPACUK/rpblk)

sumber : alsofwah.or.id

Posted in Islamic | Leave a comment

Saya cuma antar.. pak..

pada zaman dahulu kala.. eh salah ding kayak.. dongeng aja..!! hehehe, kisah ini adalah kisah teman saya satu kos dulu, dia adalah seorang penunggu toko buku yang dimiliki oleh bapak kos saya, suatu hari ia diminta untuk mengirim beberapa majalah dan buku ketempat lain, dengan mengendarai sepeda motor iapun berangkat untuk melaksanakan tugas yang ia emban, sesampainya di kota ternyata ada operasi pemeriksaan surat-surat kendaraan oleh kepolisian, dan ia termasuk yang diberhentikan oleh petugas untuk memeriksa kelengkapannya, “waduh gimana ini..” pikirnya, udah sim gak punya, stnk mati, iapun kebingungan, pasrah aja deh pikirnya, setelah ditanya stnk dan sim iapun menyerahkan stnk yang mati kepada petugas, dan mengakui bahwa belum punya sim (padahal tidak punya sim) hehehe… akhiron iapun hendak ditilang oleh petugas yang memeriksanya, dengan wajah yang memelas iapun berkata

pelaku “yang salah”: “maaf pak mohon jangan ditilang..!, saya cuma disuruh antar ini pak”

petugas : “waduh kamu harus ditilang.. banyak kesalahanmu ini..”

pelaku “masih yang tadi” :”saya cuma disuruh antar majalah-majalah ini pak”

petugas :”majalah apa yang kamu bawa..”

pelaku “tetep” :”ada majalah islami ini dan itu pak”

petugas : “baik saya beli satu deh, jangan diulangi lagi ya kesalahannya”

pelaku “dengan wajah gembira” :” iya pak, terima kasih”

akhiron ia tidak ditilang, dan malah ia bisa menjualkan majalah majikannya, sekarang ia bukan lagi menjadi petugas toko buku, ia sekarang sudah sukses menjadi pemilik sebuah penerbit buku yang menerbitkan buku-buku Islami.

“Man Jadda Wajada”

* kurang lebih isi cerita adalah sesuai ingatan saya, adanya kesalahan dalam cerita ini insyaAllah tidak mengubah inti cerita yang telah terjadi.

Posted in goresan | Leave a comment

Pelajarilah Agama Nashrani

sebuah surat kasih dari seorang wanita Nasrani kepada Sahabatnya Muslimah.
Aku bekerja di kota Jeddah. Aku pernah menziarahi salah satu temanku yang muslim di sebuah hotel. Bersamaan dengan itu, telah dilakukan pembagian majalah gratis yang dipersembahkan oleh majalah Qiblati untuk jama’ah haji. Merekapun memberiku majalah tersebut bersama dengan sejumlah jama’ah haji yang hadir. Setelah aku kembali ke rumah, akupun membuka lembaran-lembarannya. Maka kutemukan bahwa majalah Qiblati berhak untuk mendapatkan perhatian. Tidak hanya kaum muslimin, tapi setiap manusia mungkin bisa mengambil faidah dari majalah ini.

Akan tetapi aku meminta dari Anda sekalian, agar Anda sekalian perhatian dengan mempelajari agama Nashrani, dikarenakan dia adalah agama benar yang diinginkan oleh Allah agar diikuti oleh seluruh manusia. Sebagaimana Anda sekalian menampakkan agama kalian dengan rupa yang baik, maka Anda sekalian harus tahu bahwa agama Nashrani adalah agama yang indah, tidak mengajak kepada pembunuhan manusia, bahkan dia adalah agama keselamatan dan keamanan. Seandainya setiap manusia mengikuti wasiat 10, maka mereka akan merasakan kehidupan yang sesungguhnya.

Jawab:

Selamat datang di majalah Qiblati

Pertama, aku berterima kasih kepada Anda, atas penerimaan Anda terhadap hadiah majalah Qiblati. Sebagaimana aku bersyukur kepada Anda akan pengakuan Anda bahwa agama Islam berhak dipelajari dan diperhatikan.

Aku akan memulai dari mana Anda berakhir. Saat Anda mengatakan bahwa agama Nashrani tidak mengajak kepada pembunuhan manusia, maka aku merasa bahwa Anda mengisyaratkan bahwa agama Islam mengajak kepada pembunuhan manusia. Ini tidak benar, dan mengada-ada. Allah SWT telah menyebutkan dalam al-Qur`an:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. Al-Maidah: 32)

Maka janganlah menilai agama Islam dari sela-sela perbuatan sebagian pengikutnya. Jika tidak demikian, maka seandainya manusia itu menilai agama Nashrani dari sela-sela sebagian perbuatan orang-orang Nashrani, maka tidak ada seorangpun yang akan masuk ke dalam agama Nashrani.

Kemudian, Anda mengatakan bahwa agama Nashrani adalah agama hak yang diinginkan oleh Allah SWT agar diikuti oleh seluruh manusia. Dan Anda meminta agar kami perhatian dan mempelajari agama Nashrani. Baik, kami akan mempelajari poin penting dalam agama kalian dengan pelajaran singkat.

Sesungguhnya kami berharap agar orang-orang Nashrani mengikuti wasiat 10 yang ada dalam Injil. Akan tetapi kenyataannya Anda sekalian tidak mengikutinya, aku akan menetapkan hal ini bagi Anda dengan mudah:

Apa isi wasiat pertama dari wasiat 10 tersebut?

Yaitu, ‘Janganlah kalian memiliki Tuhan yang lain…’ maka apakah Injil telah menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan lain bagi Anda selain Yesus?

Dia berkata bahwa, ‘Tidak ada Tuhan lain bagimu…’ akan tetapi Anda sekalian mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan! Tuhan Bapak adalah Tuhan, jadi Anda sekalian memiliki Tuhan lain… lantas mengapa Anda sekalian tidak mengikuti wasiat yang pertama dari kesepuluh wasiat tersebut?!!!

Anda sekalian mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan… maka saya katakan kepada Anda, ‘Ambillah sebuah contoh, bahwa Anda memliki seorang putra. Lalu ada banyak orang ingin membunuh putra Anda, maka apakah yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan biarkan mereka membunuh putra Anda? Dengan yakin, bahwasannya ini adalah hal yang mustahil… jadi mengapa Tuhan membiarkan orang-orang Yahudi membunuh putra-Nya?!!

Anda mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan, dan bahwa tuhan telah mati selama tiga hari… maka kami bertanya kepada Anda sekalian, siapakah yang mengatur alam ini pada tiga hari tersebut?!! Saya kira, kita tidak akan pernah mendengar satu jawabanpun…

Anda mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan padalah dia punya ibu dan tidak punya bapak, sementara Adam tidak punya itu dan bapak. Lalu mengapa Anda tidak mengatakan bahwa Adam adalah anak Tuhan?!! Maka siapakah yang lebih berhak menjadi anak Tuhan dengan membandingkan kedua hal diatas?!!

Saya bertanya kepada Anda, ‘Apakah Yesus itu adalah anak Tuhan satu-satunya? Saya yakin bahwa Anda akan menjawab, ‘ya, ‘ sebagaimana kondisi sebagian besar orang-orang Nashrani. Akan tetapi hakikatnya bahwa Tuhan itu memiliki sejumlah anak menurut Injil.
Continue reading

Posted in Islamic | 1 Comment

TANDA SUBUH ADALAH TERBITNYA FAJAR, APA HUKUM MAKAN DAN MINUM KETIKA MUADZIN ADZAN.

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan.

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum makan dan minum ketika muadzin mengumandangkan adzan atau sesaat setelah adzan, terutama bila terbitnya fajar tidak diketahui dengan pasti ?

Jawaban
Batas yang menghalangi seseorang yang berpuasa dari makan dan minum adalah terbitnya fajar, berdasarkan firman Allah Ta’ala.

Artinya : Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. [Al-Baqarah ; 187]

Dan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

Artinya : Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangakan adzan.

Perawi hadits ini menyebutkan, Ibnu Ummi Maktum adalah seorang laki-laki buta, ia tidak mengumandangkan adzan kecuali diberitahukan kepadanya, Engkau telah masuk waktu subuh, engkau telah masuk waktu subuh[1]

Jadi, tandanya adalah terbitnya fajar. Jika muadzinnya seorang yang tepat waktu dan dikenal tidak pernah mengumandangkan adzan kecuali setelah terbitnya fajar, apabila ia adzan maka yang mendengarnya wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan patokan mendengar adzannya. Jika muadzinnya memang biasa mengumandangkan adzan berdasarkan perkiraan, maka sebaiknya orang menghentikan kegiatan makannya ketika mendengarnya, kecuali orang yang sedang di dataran dan dapat menyaksikan fajar, maka ia tidak perlu berhenti hanya karena mendengar adzannya sampai ia betul-betul melihat terbitnya fajar jika tidak ada sesuatu yang menghalanginya, karena Allah telah menetapkan hukum ini dengan ketentuan bergantinya malam ke siang yang ditandai dengan terbitnya fajar. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun telah mengatakan tentang adzannya Ibnu Ummu Maktum, Ia tidak adzan kecuali setelah terbitnya fajar[2]

Perlu saya ingatkan di sini tentang masalah yang dilakukan oleh sebagian muadzin, yaitu mereka mengumandangkan adzan sebelum fajar, yaitu sekitar lima atau empat menit dengan alas an untuk kehati-hatian bagi yang hendak berpuasa.

Sikap kehati-hatian semacam ini termasuk berlebih-lebihan, bukan kehati-hatian yang syar’i, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda :

Artinya : Binasalah orang yang berlebih-lebihan.[3]

Yaitu kehati-hatian yang tidak benar, karena mereka memberikan sinyal kehati-hatian untuk puasa tapi malah menimbulkan keburukan dalam perkara shalat. Banyak orang yang langsung mengerjakan shalat subuh begitu mendengar adzan. Ini berarti orang-orang tersebut shalat subuh karena mendengar adzan yang sebenarnya dikumandangkan sebelum waktunya, padahal mengerjakan shalat sebelum waktunya tidak sah. Dengan demikian berarti telah menimbulkan petaka bagi orang-orang yang shalat.

Lain dari itu, hal ini pun berarti keburukan bagi yang hendak berpuasa, karena adanya adzan tersebut telah menghalangi seseorang yang hendak berpuasa dari makan dan minum, padahal saat tersebut termasuk saat yang masih dibolehkan oleh Allah. Dengan demikian berarti terlah berbuat dosa terhadap orang-orang yang hendak berpuasa, karena ia mencegah mereka dari apa yang dihalalkan oleh Allah bagi mereka, dan berarti pula berdosa terhadap orang-orang yang shalat karena mereka mengerjakan shalat sebelum waktunya, yang mana hal ini membatalkan shalat mereka.

Maka seorang muadzin hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menempuh cara kehati-hatian yang benar berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah.

[Kitab Ad-Dawah (5), Ibnu Utsaimin, (2/146-148)]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syariyyah Fi Al-Masail Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq]

_________
Foote Note

[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Al-Adzan (617), Muslim, Kitab Ash-Shiyam (1092)
[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Ash-Shaum (1919), Muslim, Kitab Ash-Shiyam (1092)

[3]. Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Ilm (2670)

sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1617/slash/0

Posted in Islamic | Leave a comment