pada zaman dahulu kala.. eh salah ding kayak.. dongeng aja..!! hehehe, kisah ini adalah kisah teman saya satu kos dulu, dia adalah seorang penunggu toko buku yang dimiliki oleh bapak kos saya, suatu hari ia diminta untuk mengirim beberapa majalah dan buku ketempat lain, dengan mengendarai sepeda motor iapun berangkat untuk melaksanakan tugas yang ia emban, sesampainya di kota ternyata ada operasi pemeriksaan surat-surat kendaraan oleh kepolisian, dan ia termasuk yang diberhentikan oleh petugas untuk memeriksa kelengkapannya, “waduh gimana ini..” pikirnya, udah sim gak punya, stnk mati, iapun kebingungan, pasrah aja deh pikirnya, setelah ditanya stnk dan sim iapun menyerahkan stnk yang mati kepada petugas, dan mengakui bahwa belum punya sim (padahal tidak punya sim) hehehe… akhiron iapun hendak ditilang oleh petugas yang memeriksanya, dengan wajah yang memelas iapun berkata
pelaku “yang salah”: “maaf pak mohon jangan ditilang..!, saya cuma disuruh antar ini pak”
petugas : “waduh kamu harus ditilang.. banyak kesalahanmu ini..”
pelaku “masih yang tadi” :”saya cuma disuruh antar majalah-majalah ini pak”
petugas :”majalah apa yang kamu bawa..”
pelaku “tetep” :”ada majalah islami ini dan itu pak”
petugas : “baik saya beli satu deh, jangan diulangi lagi ya kesalahannya”
pelaku “dengan wajah gembira” :” iya pak, terima kasih”
akhiron ia tidak ditilang, dan malah ia bisa menjualkan majalah majikannya, sekarang ia bukan lagi menjadi petugas toko buku, ia sekarang sudah sukses menjadi pemilik sebuah penerbit buku yang menerbitkan buku-buku Islami.
“Man Jadda Wajada”
* kurang lebih isi cerita adalah sesuai ingatan saya, adanya kesalahan dalam cerita ini insyaAllah tidak mengubah inti cerita yang telah terjadi.